Apa Yang Membuat Proses Pengaplikasian Waterproofing Terhambat?

Warunginterior.xyz – Rumah merupakan sebuah tempat di mana orang akan merasa nyaman dan aman ketika berada di dalamnya. Namun, terkadang ada saja hal-hal yang membuat rumah menjadi kurang nyaman, baik itu karena faktor internal rumah seperti penghuninya, maupun karena faktor eksternal seperti cuaca, lingkungan dan lain sebagainya. Salah satu hal yang mengurangi kenyamanan yang paling banyak dijumpai oleh orang-orang adalah terjadinya bocor atau rembes karena hujan. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya orang-orang akan meminta jasa kontraktor waterproofing agar bangunan yang mereka tempati tidak mengalami bocor atau rembes lagi.

Proses Waterproofing

Apa Itu Waterproofing?

Apa sih waterproofing itu? Istilah waterproofing mungkin cukup asing bagi sebagian orang. Jadi, waterproofing adalah sebuah proses yang digunakan untuk objek bangunan agar objek tersebut menjadi tahan dan kedap air. Biasanya, waterproofing dikerjakan oleh aplikator waterproofing. Melakukan waterproofing memang sangat penting dalam sebuah bangunan karena terkait dengan ketahanan dari bangunan tersebut. Ruangan yang sudah dilakukan waterproofing akan lebih kokoh dan lebih nyaman untuk di tempati ketimbang ruangan yang tidak diberikan waterproofing.

Saat ini banyak sekali kontraktor waterproofing yang bisa dijumpai dengan harga yang cukup bersaing. Biasanya mereka akan menyediakan jasa lain juga dimana fokus mereka adalah untuk membuat bangunan lebih kokoh dan kuat untuk ditempati. Namun, tidak sembarangan orang yang bisa melakukan waterproofing karena dalam proses pengaplikasiannya membutuhkan keahlian yang mumpuni. Apabila seseorang yang tidak kredibel melakukan waterproofing, maka bisa jadi objek yang sedang dilapisi justru akan hancur.

Kendala Proses Waterproofing

Beberapa kendala yang sering terjadi dalam proses pengaplikasian waterproofing yang dilakukan oleh aplikator waterproofing biasanya adalah karena bahan dari objek yang ingin dilakukan waterproofing mudah hancur. Hal itu akan menghambat proses waterproofing secara keseluruhan dimana yang lainnya tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Proses pengaplikasian waterproofing juga bisa terhambat apabila pada beton atau objek yang ingin dilakukan waterproofing terdapat lubang atau retak. Hal itu akan membuat waterproofing tidak berguna karena tidak akan bisa menghambat laju air yang akan menembus kedalam objek tersebut. Dalam keadaan tertentu, seperti di bawah tanah, maka bisa dilakukan reparasi terlebih dahulu terhadap objek tersebut sebelum dilakukan waterproofing secara keseluruhan.

Inovasi juga dilakukan dalam bidang waterproofing, contohnya adalah integral waterproofing. Proses pengaplikasian yang dilakukan dalam teknik waterproofing ini adalah dengan cara memasukan cairan waterproof ke dalam beton atau objek bangunan sehingga air tidak akan bisa masuk dari seluruh sisi objek tersebut. Salah satu kelebihan dari teknik ini adalah bahwa tidak diperlukannya penggantian waterproof karena bersifat permanen, tidak seperti teknik lainnya yang perlu diganti setiap beberapa tahun.

Untuk waterproofing rumah, teknik yang biasa digunakan adalah coating waterproof, dimana cairan waterproof yang serupa cat dioleskan kepada bagian luar bangunan untuk menahan air masuk ke dalam bangunan. Dalam proses ini dibutuhkan ketelitian dimana bangunan tidak boleh memiliki retak, karena akan percuma bisa bangunan tersebut terdapat retak. Kendalanya adalah, apabila cat yang digunakan menggunakan kualitas yang buruk, maka akan membuat proses waterproofing tidak berguna.

Itulah dia beberapa hal yang dapat menghambat proses pengaplikasian waterproofing beserta beberapa teknik yang biasa digunakan untuk berbagai macam bangunan. Intinya, proses waterproofing adalah untuk menahan agar air akibat hujan tidak masuk kedalam bangunan tersebut. Untuk itu, proses waterproofing memang sangat diperlukan, khusunya untuk bangunan yang dibuat untuk ditinggali.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *